Friday, March 9, 2007

Hari ini ultah sahabatku, Kristin Corbin...

Start:     Mar 10, '07 12:00a
Location:     Tallahassee, Florida.


Kalau kita hidup di Amerika, adalah “luxury” untuk punya pembantu atau nanny - dan kebanyakan dari kita nggak punya kemewahan itu. Tapi kalau punya teman seperti Kristin, betul-betul terasa keberadaannya, misalnya;

- Kalau aku pas harus traveling untuk pekerjaanku, dia selalu bisa aku andalkan untuk jaga Ardian. Kadang kalau suamiku juga traveling untuk pekerjaannya, Ardian malah seringkali nginep di rumahnya. Meskipun ada beberapa teman lain yang bisa jaga, tapi officially dia yang jadi baby sitter-nya Ardian dari sejak bayi sampai sekarang. Bahkan kalaupun dia harus volunteer di kantor sekolah anaknya, dia bela-in bawa Ardian.

- Bukan cuma Ardian dan Melissa saja, tapi anak-anak “camp” ku juga dijaganya, diajarin bikin scrapbook, dibikinkan program yang menarik jadi anak2 nggak kehilangan aku kalau aku harus traveling saat aku menjalankan summer camp.

- Bisa diandelin untuk jaga rumah, artinya kalau aku tinggal bepergian, rumahku selalu di check siang malam. Jadi nggak kepikiran kalau rumahku bakal kemalingan atau kebakaran…

- Kalau aku lagi nggak mood menjalankan profesi jadi Inem, dia bakalan dengan gesit beres-beres rumahku, barang yang nggak perlu langsung dibuang di tempat sampah, seringkali yang masih aku perlukan juga dibuang di tempat sampah.

- Tiap ulang tahunku, selalu dibikinkan surprise party (jadi nggak surprise lagi…)

- Kalau aku sakit – Alhamdulillah jarang – dia bikinkan aku dan keluargaku makanan komplit dari menu utama sampai dessert-nya karena dia pinter masak.

- Dia jadi supporter utamaku (co-founder) mendirikan perkumpulan wanita internasional (Women of the World Society) atau singkatnya WOWS… yang memang anggota-anggotanya … woooow…

- Kegiatan apapun yang aku lakukan, nggak pernah lepas dari keikutsertaannya (ikut campur…? Hehehe…) Dia selalu sibuk mengiklankan dan mencuatkan aku dalam berbagai kegiatan. Kebanyakan dari client-ku adalah hasil dari kerja kerasnya “menjual” aku. Maksudku, jasaku…

- Kalau aku cerita tentang “sahabatku” di Indonesia, dia akan bilang “I am your best friend!” Duh segitunya… hehehe. Tapi meskipun kadang terasa posesif terhadap aku, keberadaannya dalam hidupku memang membuat beban hidupku di negara orang ini terasa lebih ringan…

- Masih banyak lagi tentang Kristin… bukan saja sebagai baby sitter atau nanny, cleaning service, promotor, supporter, advertiser, dan berbagai topi lain yang dikenakannya - tapi yang utama dia adalah teman baik yang membutuhkan aku untuk jadi temannya. It's a great feeling to be needed...

- Dan yang membuat aku tersentuh adalah tulisannya bertahun-tahun yang lalu, yang masih aku simpan ini:


Sunday, October 14, 2001 1:15 PM



Ari,
You remind me of the beautiful little Rainbow Fish.
She shares her sparkling shiny scales with the other fish, making friends with them and making them happy.
She is unselfishly sharing parts of herself with others.
That is how you are.
First of all, you are beautiful. Then...
You are always busy going around doing things for people, making people happy and sharing with them & making friends.
Thank you for all the nice thoughtful thing you do.
I appreciate all your energy, eagerness, thoughtfulness, and kindness that you give me and everyone else.
I hope we will be friends for a lifetime.
Love, Kristin

Hiiiks... pas dibaca lagi, masih terharu juga.
Happy birthday, Kristin... and many more...





Tuesday, November 14, 2006

Cerita yang tersisa... (panenannya)

 


Tentang jeruk keprok


Memang pas banget dengan Lebaran, jeruk keprok-ku yang aku tanam di halaman dua tahun lalu kali ini berbuah lebat dan siap untuk dipanen.  Pohonnya kecil, bahkan diameter terbesarnya saja tidak sampai se pergelangan tanganku.  Rantingnya juga kecil.  Jadi dengan berjubelnya jeruk, dahannya dan beberapa buahnya sampai menyentuh rumput. Di sini jeruk keprok disebutnya "Satsuma"  yang masa berbuahnya waktu Summer dan mulai ranum saat Fall. Pohonnya bertahan saat Winter, asal pas cuaca sedang dingin ber-es pohon-pohon kecil dan perdu yang kita sayangi seperti itu diselimuti dengan selimut khusus untuk tanaman supaya tidak terbakar kedinginan.


Jeruk keprok ini tadinya hanya maksimum berbuah 7-8 biji saja waktu ditanam di pot, dua tahun lalu dipindah ke halaman lalu berbuah 42 butir (daddy-nya Ardian yang mendata!) Jeruk ini besar-besar, manis, dan tidak berbiji.

Aku hitung-hitung berapa jumlah orang Indonesia di sini dan aku rasa jeruknya cukup untuk dibagi-bagikan kepada mereka.  Aku bilang pas sekali dengan Lebaran dan karena kita kumpulnya pas Lebaran, maka itulah saatnya untuk panen jeruk.  Soalnya nggak lucu juga kalau harus driving keliling kota ke rumah teman-teman untuk nge-drop satu butir jeruk saja.  Teman-teman memetik jeruk sendiri, dan seru juga, karena kelihatannya orang "nggak tega" untuk memetik jeruk dari pohon sekecil itu... tapi buahnya betul-betul menantang!  Maka satu persatu buah berpindah kepemilikannya.


Halaman depan rumah kami - seperti juga halaman rumah semua orang di perkampungan kami, tidak berpagar.  Jadi kalau orang yang lewat di jalan, atau tukang sampah yang sedang tugas ambil tong sampah, tukang pos, dan lain-lain - akan dengan mudah bisa memetik jeruk-jeruk itu.  Tapi aku perhatikan, dari sejak suamiku TB (Tuan Besar) iseng mendata populasi pohon kecil itu  - sampai hari ini tidak ada orang yang memetik tanpa sepengetahuan kami.


Rasanya senang, atau mungkin tepatnya bahagia... punya pohon kecil tapi bisa berbagi manisnya dengan banyak orang.  Dari tetangga sebelah rumah, gurunya Ardian di sekolah, sahabat dan teman-teman berorganisasi, clients, komunitas Indonesia di sini, dan tentunya keluarga kami sendiri.  Rasanya bangga melihat hasil panenan pohon jeruk keprok kecil kami.  Padahal tiap minggu kami bisa ke supermarket dan beli sekarung jeruk dengan harga murah.  Tapi rasa jeruk dari pohon sendiri, lebih dari sekedar uang.  Damai dan bahagia.


Dan bahagia itu, kalau tiap hari Tuan Besar mau berangkat ke kantor, mampir ke pohon dulu dan petik satu untuk lunch-nya.  Dan bahagia itu, tiap hari sepulangnya dari sekolah Ardian, aku gelar comforter di halaman dekat pohon kecil itu.  Lalu aku tolong buah hatiku untuk memetik satu-dua butir jeruk dan mengupasnya. Lalu ia akan membagi potongan jeruk yang sudah dikupas, "One for you, one for me" dan aku tangkap jari-jari kecilnya dengan mulutku waktu ia mencoba untuk menyuapiku dan dia tertawa-tawa geli.  Dan beberapa saat setelahnya kami akan rebahan di selimut memandang langit biru menghitung pesawat yang lewat sambil berbagi cerita. 


Dan bahagia di balik sebuah jeruk itu adalah karena bisa mensyukuri nikmatnya hadiah Lebaran ini.  Begitu sederhananya...


 

Panenan Ardian - Jeruk Keprok


Jeruk keprok ini tadinya berbuah 7-8 biji waktu ditanam di pot, dua tahun lalu dipindah ke halaman lalu berbuah 42 butir (Daddy-nya Ardian yang mendata!). Jeruk ini besar-besar, manis, dan nggak berbiji.

Friday, May 12, 2006

Di penghujung musim semi


Setelah azaleas merah, putih, pink, berguguran tak bersisa lagi
gardenia mulai bermekaran menghiasi halaman di penghujung musim semi

Sehabis hujan yang kukira tak kan berhenti
yang gemericiknya datang tengah malam
gardenia di halamanpun mulai bermekaran
warnanya yang putih bersih
dan aaaaah....semerbak harumnya
yang memenuhi udara pagi yang bening
mengingatkan aku pada seribu melati
yang bertaburan di pelaminan

- Ari Peach -
Tallahassee, Spring 2006

Monday, May 8, 2006

Ardian's 4th Birthday at Home


Say cheeeeese.... !!

Hari Minggu, 7 Mei 2006, Ardian merayakan ulang tahun yang ke-4.
Ultah Ardian kali ini rada heboh. Rencananya mau bikin di playground-nya Winthrop Park - biar anak-anak bebas lari-lari dan main. Lagipula Mamanya Ardian mau simple aja, soalnya lagi maleeesss... (what else?) lagi nggak kepengen beres-beres rumah dan masak-masak. Tapi apa yang terjadi? Hujan, tentu saja!! Waaaks...!! Padahal sehari sebelumnya panasnya udara kayaknya enak banget buat anak-anak untuk terjun ke kolam renang...
Sekalinya pengen bikin party di taman, kehujanan... hiks...

Memang harus bikin party di rumah kok, kata Yang Di Atas. Party di rumah, mau nggak mau memang nggak se-simple kalau kita bikin party di Park. Maklumlah bukan cuma served cake dan ice cream lagi he..he..he... tapi harus ngundang nasi dan semua temen-temennya nasi... khususnya yang namanya ikan teri balado... duuuh... ngiler lagi deh nih.

Alhamdulillah rame juga dengan temen-temen Ardian yang datang - meskipun hujan nggak mengurangi semangat berulang tahun... Happy birthday my love...

Monday, April 24, 2006

Panenan Ardian, hasil kebun sendiri...


Panen pertama!!! Horeee...!!!

Di Tallahassee banyak tumbuh pohon "Loquat" yang asal muasal nenek moyangnya berasal dari daratan Cina Selatan. Katanya mujarab untuk obat batuk (selain obat lapar). Pohon yang tumbuh di samping kanan halamanku ini masih kecil dan tidak pernah mati meskipun saat winter biasanya tanaman lain mengering pohon ini tetap segar. Niatnya tanam pohon ini supaya kalau pohonnya agak besar bisa meneduhi jendela kamar Melissa yang pas Summer biasanya bukan kepalang panasnya. Keanehan loquat, saat Fall/Autumn dimana daun2 dari pohon berguguran, justru mulai berkembang. Pohon lain berbuah di musim panas, loquat ini berbuah di musim semi - barengan dengan kembang-kembang spring di halamanku seperti azaleas, camelias, wisterias...

Nggak tahu bahasa Indonesianya apa, Loquat mengingatkan aku pada tekstur buah sawo - hanya lebih kecil dan warnanya kuning-orange dan kadang kemerahan. Ada sedikit rasa kecut yang bikin buah ini jadi lebih segar dibanding dengan sawo. Mungkin kalau rasa, padanannya lebih ke buah peach.

Friday, April 14, 2006

Babysitting Emmily


 


Minggu lalu, aku diminta teman untuk babysit anak-anaknya.  Yang besar seumuran Ardian namanya Timothy, dan yang kecil umur 8 bulan namanya Emmily. Emmily sangat ramah. Begitu aku ulurkan kedua tanganku untuk menggendongnya, dia senyum lebar, matanya berbinar-binar dan terus lonjak-lonjak di dadaku.  Kalau bisa, nggak akan aku lepaskan dia dari pelukanku.  Kulitnya yang lembut, badannya yang mungil, wajahnya yang innocent.  Segalanya yang aku sukai dari bayi.  Aku memang bayiholic.  I am addicted to bayi. 


Sampai pernah begitu kepinginnya punya bayi (mulai terasa kesepian karena Melissa sudah mulai sekolah di Kindergarten) sambil jalan pagi keliling perkampunganku aku mampir ke day care di kampungku ngelamar kerja di tempat khusus bayi.  Waktu itu rasanya aneh juga begitu cepat mereka terima lamaranku - ternyata nggak banyak orang yang mau kerja di bayi department!  Katanya nggak fun... Padahal satu kebahagiaan yang luar biasa buat aku, take care bayi.  Apalagi kalau ada bayi nangis, terus aku timang-timang di pelukanku terus tangisnya berangsur diam... sampai dia ketiduran atau mulai menampakkan senyumnya.  But don't get me wrong.  Aku bukan bayi charmer.  Ada juga bayi yang begitu aku pegang langsung nangis kenceng minta emaknya dikembalikan... hiks.  Rasanya patah hati deh.


Beberapa jam khususnya bersama Emmily, bikin naluri keibuanku muncul mengharu biru seperti layaknya ibu yang baru punya bayi lagi.  I wish I can have more babies...